Rabu, 27 Januari 2016

Sejarah Terbentuknya Jak Mania

Jakmania atau nama lengkapnya The Jakmania merupakan kelompok suporter dari kesebelasan sepakbola Persija Jakarta. Jakmania sudah berdiri sejak Ligina IV tepatnya pada tanggal 19 Desember 1997.  Ide berdirinya The Jakmania, pertama kali dicetus oleh manajer Persija waktu itu adalah Diza Rasyid Ali. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Sutiyoso sendri menjabat sebagai pembina Persija Jakarta. Ia sangat menyukai sepak bola, kecintaannya pada sepakbola inilah, membuat ia ingin membangkitkan dan menghidupkan kembali sepakbola di Jakarta baik tim maupun pendukung atau supporter.

The Jakmania mempunyai markas atau sekretariat di Stadion Lebak Bulus. Di sinilah biasa digunakan para The Jakmania untuk melakukan kegiatan kumpul bersama guna membahas perkembangan The Jakmania serta laporan – laporan dari setiap bidang kepengurusan The Jakmania, tak lupa di markas inilah mereka melakukan pendaftaran atau registrasi anggota baru The Jakmania.
The Jakmania beruntung mempunyai Edi Supatmo yang pada waktu itu menjabat sebagai humas Persija Jakarta. Ia berhasil menciptakan lambang bagi The Jakmania yaitu sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Lambang tersebut masih dipertahankan dan selalu diperagakan hingga sekarang karena merupakan symbol jati diri Jakmania.



Anggota
Pada awal terbentuknya organisasi The Jakmania, anggotanya hanya berjumlah 100 orang, dengan pengurusnya sebanyak 40 orang. Berkat keahliannya dalam mengurus organisasi, para pengurus The Jakmania menemukan ide cemerlang untuk menambah anggota The Jakmania. Momentum itu tidak lain adalah saat Tim Merah Putih Indonesia berlaga jelang Piala Asia. Mereka membagikan formulir kepada penonton di luar Stadion Gelora Bung Karno. Berkat kegiatan ini, banyak orang mendaftar sebagai anggota The Jakmania dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat 30.000 anggota lebih yang menjadi The Jakmania. Makin banyaknya anggota membuat pengurus perlu membentuk kordinator wilayah, dan melihat data anggotanya yang ada saat ini maka terbentuklah 50 konwil ( kordinator wilayah).

Kepengurusan
Adalah Gugun Gondrong yang merupakan salah satu sosok yang paling ideal untuk memimpin The Jakmania. Dipilihnya Gugun Gondrong karena ia figur yang dikenal masyarakat banyak, walaupun Gugun Gondrong dari kalangan artis tetapi ia ingin disamakan dengan yang lainnya, tidak ada perbedaan diantara anggotanya, semuanya sama tidak ingin perlakukan khusus atau berlebihan diberikan kepadanya.


Seiring berjalannya waktu, kepengurusan Gugun Gondrong pun berakhir. Dan ia digantikan oleh Ir. T. Ferry Indrasjarief atau biasa disapa dengan Bung Ferry. Bung Ferry menjabat untuk periode 1999 – 2001. Keberhasilannya dalam mengolah organisasi ini menjadi lebih baik membuat ia terpilih dan dipercaya kembali untuk memimpin The Jakmania, untuk periode 2001 – 2003, 2003 – 2005.

Keberhasilannya memimpin The Jakmania selama 3 periode ini menuai banyak kesuksesan. Maklum saja, Ir. T. Ferry Indrasjarief atau Bung Ferry ini memang dibesarkan dalam kegiatan organisasi dan Bung Ferry ini pernah menjadi anggota supporter Commandos Pelita Jaya, The Jakmania
Setelah kepemimpinan Bung Ferry, The Jakmania mengadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih ketua umum baru The Jakmania periode 2005 – 2007. Akhirnya setelah melalui proses yang agak panjang, terpilihlah Hanandiyo  Ismayani atau biasa disapa dengan Bung Danang.
SEJARAH Permusuhan VIKING vs THE JAK
Perdebatan Banyak yang tidak tahu dan bertanya, bagaimana sebenarnya permusuhan Viking dengan the jak bermula. Mengapa timbul rasa benci dalam benak masing-masing dari mereka. Hingga kini, keduanya masih saja berseteru. Bahkan semakin meruncing.
Penyebabnya sepele dan manusiawi, rasa iri. Iri hati dan sirik inilah yang membuat keduany...a bermusuhan. Rentang waktu 1985 hingga 1995 adalah masa keemasan Persib. Sementara Viking yang berdiri tahun 1993 begitu setia mendukung klub kebanggaan warga Jawa Barat itu. Dimanapun Persib bermain, disana pasti ada Viking. Termasuk jika bermain di Jakarta. Semua menjadi lautan biru.
Inilah yang membuat anak muda ibukota iri. Selain kejayaan Persib kala itu, kesetiaan Viking membuat hati mereka panas. Saat itu muda-mudi betawi baru mampu membentuk kolompok kecil bernama Persija Fans Club. Walaupun begitu, kebesarkepalaan mereka sudah sangat menjadi. Hingga terjadilah insiden di stadion Menteng. Saat Persija menjamu Maung Bandung pada Liga Indonesia ke-2. Viking membirukan Ibukota dengan sekitar 9000 anggotanya. Sementara Persija Fans Club hanya berjumlah tak lebih dari 1000 orang. Rupanya bocah-bocah betawi itu tak rela kandangnya dikuasai supporter kota lain. Mereka pun membuat ulah. Seakan lupa jumlah mereka tak lebih dari 10% anak-anak Bandung. Hingga akhirnya, mereka mendapatkan akibatnya. Dengan kuantitas yang hanya satu tribun VIP, lemparan batu diarahkan Viking pada lokasi mereka menonton. Dan itu dilakukan Viking di Jakarta. Hal yang tidak berani dilakukan bocah Jakarta di Kota Kembang.


Singkat cerita, pada tahun 1997, muda-mudi ibukota ikut-ikutan membentuk perkumpulan supporter. Mereka menamakannya the jakmania. Kebodohan the jak terekspos keseluruh negeri ketika mereka tak berdaya menghadapi Viking dalam kuis Siapa Berani. Kuis yang menguji wawasan dan kemampuan berpikir. Itu merupakan edisi khusus kuis Siapa Berani, edisi supporter sepak bola. Menghadirkan Viking, the jak, Pasoepati (Solo), Aremania, dan ASI (Asosiasi Suporter Indonesia). Pemenangnya, Viking. Perwakilan Viking berhasil melewati babak bonus dan berhak atas uang tunai 10 juta rupiah. Seperti biasanya, rasa iri dari the jak muncul. Malu dikalahkan di kotanya sendiri, ketua the jak saat itu, Ferry Indra Syarif memukul Ali, seorang Viker yang menjadi pemenang kuis. Sungguh perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang ketua. Ketuanya saja begitu, apalagi anak buahnya?

Kejadian itu terjadi di kantin Indosiar, ketika dilangsungkannya acara pemberian hadiah. Kontan keributan sempat terjadi, namun berhasil diatasi. Kesirikan the jak tak sampai disitu. Mereka menghadang rombongan Viking dalam perjalanan pulang menuju Bandung, tepatnya di pintu tol Tomang. Anak-anak Bandung yang berjumlah 60 orang pulang dengan menggunakan dua mobil Mitsubishi Colt milik Indosiar dan satu mobil Dalmas milik kepolisian. Ketiga mobil ini dihadang sebuah Carry abu-abu. Dua lolos, namun nahas bagi salah satu Mitsubishi Colt yang ditumpangi para anggota Viking. Mobil itu terperangkap gerombolan the jak. Kontan, mobil dirusak, Viking disiksa, dan uang para pendukung pangeran biru itu pun dijarah. Termasuk handphone dan dompet mereka. Tercatat sembilan anggota Viking mengalami luka-luka. Tiga diantaranya terluka parah. Namun sayang, pihak kepolisian lamban dalam menyelesaikan kasus ini. Termasuk dalam menangkap the jak yang merampok dan menganiaya anggota Viking Persib Club.

Hingga saat ini perseteruan kedua kelompok supporter itu masih terus berlanjut. Viking, yang memiliki anggota terbanyak di Indonesia, memiliki kreatifitas tinggi, terbukti dengan julukan “Bandung kota mode, musik, dan seniman” (bahkan the jak pun belanja ke Bandung), dengan the jak yang memiliki title kota ibukota. Entah kapan ini berakhir…

Menarik sekali membahas pertemuan Persib dan Persija karena dua klub ini merupakan dua klub legendaris dan memiliki sejarah besar sejak zaman Perserikatan dulu. Aroma klasik dan dendam selalu mewarnai pertandingan ini. Mungkin tensi pertandingan ini setara dengan Inter vs Juventus di Serie-A atau Barcelona vs Real Madrid di La Liga.

Berbicara tentang klub, tentu tak lepas dari suporter. Ini yang cukup menarik. The Jak dan Viking sejak dulu selalu berseteru di dalam dan luar lapangan. Teror kepada pemain Persib dan Persija selalu terjadi setiap kedua tim itu bermain di Bandung ataupun Jakarta. Bentrokan antar kedua kubu acapkali terjadi. Bagaimana awal mula perseturuan kedua kubu itu berasal?? Ada beragam versi. Baca aja komen-komen di bawah. Saya juga bingung jadinya. Viking menyalahkan The Jak, The Jak menyalahkan Viking.

Hmmm.. apakah hanya Viking musuh The Jak? Setelah saya “berjalan-jalan” di dunia maya ternyata bukan hanya Viking yang membenci The Jak. Bonek, La Viola, Persipura mania, kabomania, bahkan North Jak yang sekota dengan The Jak pun sangat membenci suporter oranye itu.. Mungkin ini salah satu alas an viking membenci the jak?? Bisa dibilang musuh the jak sahabat viking, sahabta The Jak berarti musuhnya Viking.
Ditambah lagi ada film Romeo-Juliet yang kontroversial justru memperparah permusuhan The Jak dan Viking. Patutkah Kebencian Ini terus ada??? Rasanya memang susah menghapuskan luka dan dendam yang sudah ada. Memang permusuhan itu harus tetap ada tapi hanya sebatas di lapangan. Lihatlah Barcelonista dan Madridista, permusuhan mereka hanya di lapangan atau pun sebatas di website, hanya saling ejek. Tak pernah ada bentrok fisik, suporter bisa datang ke Madrid atau Barcelona. Tak pernah ada bentrokan. Atau lihat antara Milanisti dan Interisti. Saat Milan tak lolos Liga Champions, Interisti sangat puas dan mengejek AC Milan. Saat musim ini Milan tanpa gelar, Interisti membentangkan spanduk Milan Merda (merda= ejekan bahasa Italia) dan juga Zero Tituli (nol gelar) untuk mengejek Milan bukan mengejek Milanisti. Tapi mereka tetap bisa hidup rukun dalam satu kota. Bahkan saat derby berlangsung jarang sekali sada bentrokan. Kedua suporter bisa menonton dengan tenang.

Mengapa begitu? Karena di luar negeri berbeda dengan di sini. Di saana yang dibenci klubnya, kalo di sini yang dibenci suporternya. Interisti membenci AC Milan dan Juventus tapi tidak membenci Milanisti dan Juventini. Bisa diliat di FB pun ada grup anti Juventus dan antiMilan bukan anti Milanisti ataupun anti juventini.

Kalo di kita yang dibenci lebih pada suporternya bukan pada klubya. Ada grup antiViking, anti Jakmania. Bukan anti Persija atau anti Persib.

saya : ya...siapa yang tidak tahu perseteruan antara viking (suporter persib) vs jakmania (suporter persija)?. Tentang awal mula dan sejarahnya, setiap kubu memiliki versi cerita dan statment masing-masing, dimana rata-rata memiliki perbedaan. Statment di atas adalah salah satu statment yang sedikit kontroversial, tapi bagaimana cara kita memandangnya mudah-mudahan kearah positif. tak sedikit orang atau kubu tertentu terprovokasi oleh statment tertentu yang mengakibatkan ke arah perpecahan atau kerusuhan yang mengakibatkan kerugian, bahkan kerugian dipihak-pihak yang tidak terlibat. Mari kita berfikir pintar.
nama nama suporter di indonesia
-Persiraja Banda Aceh = SKULL (Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju)
-PSSB Bireuen = Laskar Juang Mania
-PSAP Sigli = The LAN Mania, Pasukan Aneuk Rimba Raya
-PSLS Lhokseumawe = Pasee Mania
-PSMS Medan = Kampak Fans Club
-PSDS Deli Serdang = Antrak
-Semen Padang = The Kmers
-PSPS Pekanbaru = Ashkar The King


-PS Bengkulu = Panglimania
-Sriwijaya FC = Sriwijaya Mania

-Persita Tangerang = Benteng Viola
-Persikota Tangerang = Benteng Mania
-Persija Jakarta = The Jak Mania
-Persitara Jakarta Utara = NJ Mania (North Jak)
-Pro Titan FC = Protitanisti
-Persikabo Bogor = Kabo Mania
-Persipasi Bekasi = Patriot Mania, SOEBEX
-Persib Bandung = Viking
-Persikab Kabupaten Bandung = Green Wolf
-Pelita Jaya = Young Guns & Roses

-PSIS Semarang = Panser Biru, Snex
-Persijap Jepara = Banaspati, Jetman
-PSIR Rembang = Ganster
-Persis Solo = Pasoepati
-PSIM Yogyakarta = Brajamusti, Maiden
-PSS Sleman = Slemania
-Persiba Bantul = Paser Bumi
-PPSM Sakti Magelang = Simalodra
-Persiku Kudus = Basoka (Bala Suporter Kudus Raya)
-PSCS Cilacap = Laskar Nusakambangan

-Persela Lamongan = LA Mania
-Persik Kediri = Persikmania
-Persibo Bojonegoro = Boromania
-Persema Malang = Ngalamania
-Arema Malang = Aremania
-Persekam Metro FC = Metromania
-Deltras Sidoarjo = Delta Mania
-Gresik United = Ultras Gresik
-PSBI Blitar = Singo Lodro
-Persebaya Surabaya = Bonex Mania
-Persekabpas Pasuruan = Sakera Mania
-PSMP Mojokerto Putra = EMPE Mania
-Persipro Probolinggo = Jinggomania

-Persiba Balikpapan = Balistik
-Persisam Putra Samarinda = Pusam Mania
-Bontang FC = Bontang Mania
-Mitra Kukar = Mitman (Mitra Mania)

-PS Barito Putra = Barito Mania

-PSM Makasar = The Macs Man
-Persmin Minahasa = Manguni Fans Club
-Persibom Bolaang Mangondow = Bom Mania
-Persigo Gorontalo = Blue Devil, Laskar Sentral


-Persipura Jayapura = Persipura Mania
-Persiwa Wamena = Persiwa Mania
-Perseman Manokwari = Persemania
-Persidafon Dafonsoro = Dafomania

-Perseru Serui = Superman
-Persak Kebumen=Bumi Mania

Selasa, 19 Januari 2016

tips un yg benar dan ampuh

Tips UN yang benar dan ampuh

1. Siapin mental kamu
Secerdas apapun kamu, jika memiliki sikap mental yang negatif, sulit deh, buat kamu ngeraih yang namanya sukses. Misalnya, sebut saja Fathan. Dia sebenarnya pintar, tapi gampang panik. Pernah ia ngadepin lembar-lembar tes, sebenarnya asal nyabar dikit saja, ia bisa menyelesaikan soal-soal. But, melihat temannya satu persatu keluar kelas, pikirannya jadi kacau-balau.
Diantara sikap mental negatif yg lain adalah: minder, gampang panik, nggak sabaran & menyerah sebelum bertanding alias putus asa. “Yah, ngapain capek-capek belajar, emang gue bodoh bin idiot. Nggak lulus, bukan berarti kiamat kan?” Kalau kamu udah kepikiran seperti itu, tanpa ujianpun, 99,9% kamu udah dijamin nggak lulus.
Nah, bangunlah sikap percaya dirimu, yakin kamu pasti akan lulus. Jika kamu berusaha keras menyiapkan diri sebaik-baiknya, belajar dengan serius, bukan hanya sekedar lulus, bahkan peringkat bintang pun bisa kamu gaet.

2. Rajin memotivasi diri
Motivasi yg paling baik sebenarnya justru yg berasal dari kamu sendiri. Bermimpilah setinggi mungkin. Berawal dari mimpi itulah kamu akan terdorong untuk mewujudkannya. Tulislah mimpimu besar-besar kalau perlu tempel agar setiap kamu melihatnya, hatimu kan bergetar.
Motivasi juga akan sangat dipengaruhi oleh visi & misi. Visi adalah apa yang kamu inginkan terjadi pada dirimu dimasa yang akan datang. Sedangkan misi adalah apa-apa yang harus kamu lakukan buat mewujudkan mimpi-mimpi besarmu itu.

3. Menetapkan target
Dengan target kamu akan bekerja denga penuh semangat. Target juga alat yang efektif untuk mengusir rasa malas, bosan, bete, jenuh & seabrek pemikirian negatif lainnya.
Akan tetapi, target haruslah realistis. Misalnya, kamu nggak terlalu doyan sama matematika, nggak usah matok target dapat nilai 100. Karena hanya berbuah kecewa rasa masam plus berkerut. Kamu bisa mengukur target berdasarkan kemampuan yang kamu miliki.

4. Kurangi kebiasaan nggak produktif
Pengen sukses kan ujian? Tiada kesuksesan tanpa perjuangan dan tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Salah satunya rela ngorbanin kebiasaan-kebiasaan yang ngga produktif yang semuanya membuang-buang waktu & stamina.
So, jika kamu senang banget nonton TV, nongkrong di playstation, internetan, dll, sebaiknya pas menjelang ujian, hindari dulu deh

5. Sediakan waktu yang cukup untuk belajar
Semakin kamu serius belajar, rasa bahwa kamu belum tahu apa-apa ternyata semakian besar. Banyak hal yang menarik jika kamu benar-benar memahami sebuah permasalahan. Belajar jadi terasa mengasyikkan. Malah jadi satu hobi yg menyenangkan.
Jangan ngandalin SKS (Sistem Kebut Semalam), karena hanya mendatangkan kegugupan dibanding secara rutin belajar. Belajar secara rutin akan membuat hafalan atau pengetahuan melekat pada dirimu & lebih adem menetap di otak.

6. Rajin membaca
Aktivitas belajar yg paling utama adalah membaca. Temukan cara melahap buku yang nyaman. Misalnya inner journey, mengaitkan apa yg sedang kamu baca dengan hal-hal yang terjadi. Misalnya saja kamu sedang membaca teori tentang gempa bumi. Kamu bisa menghubungkannya dengan kejadian gempa yang baru ini terjadi. Membaca kayak gitu, bikin enjoy, nggak bosan, eh… sudah selesai.

7. Bikin catatan yang menarik
Maksudnya buat ringkasan materi yang cantik. Biar kamu nggak sibuk lagi berkutat dengan buku yg tebal-tebal itu, catatan ringkas akan mempermudah kamu untuk menemukan inti atau pokok-pokok materi setiap pelajaran.

8. Temukan gaya belajar kamu
Beda orang, beda karakter, beda kebiasaan & tentunya nggak semua sama cara belajarnya.
O’ya soal belajar ini sebenarnya ada 4 tipe. Pertama, visual learner, kalo kamu tipe pembelajar yang seperti ini, tepat banget jika kamu tempel-tempel poster, atau ilustrasi-ilustrasi yang mendukung kamu belajar. Kedua, disebut auditory learner. Kalo kamu punya perekam, selain mencatat pelajaran, kamu bisa merekam guru kamu pas mengajar. Ketiga, gaya belajar yang disertai dengan gerakan, perabaan, atau sensasi fisik lainnya. Ini disebut kinesthetic learner. Keempat, orang yang suka pake analogi-analogi dalam mempelajari sesuatu dosebut logical learner.

9. Saatnya ujian…!!!
Ada baiknya saat ini hindari belajar teralalu tegang. Rilekslah.
Kamu kan udah belajar. Usahakan hadir lebih awal untuk menghindari segala kemungkinan. Setiba disana jangan mendekat dengan teman-teman. Tunggulah dengan tenang sambil berpikir positif. Berpikir positif dengan menyingkirkan segala pikiran tentang kelemahan-kelemahan apalagi hal-hal yang tidak kamu ketahui dengan jelas.

10. Berdoa
Tuhan yg menciptakan kita, semuanya adalah milik-Nya, kesanggupan kita melangkah, pendengaran apalagi kecerdasan ada dalam pengawasan dan kendalinya. Maka bermohonlah kepada-NYa.

”Keep spirit dan semoga sukses ujiannya”